Minggu, 24 April 2011
Kebiasaan Bayi Nangis di Malam Hari Bisa Pengaruhi Perilakunya
Dalam jurnal Archives of Disease in Childhood peneliti melaporkan bahwa bayi yang konsisten menangis dan terbangun di malam hari hingga beberapa bulan bisa membuatnya 2 kali lebih mungkin mengembangkan masalah seperti ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), depresi, kecemasan, perilaku agresif atau gangguan di awal mulai sekolah.
Minggu, 20 Maret 2011
Ejakulasi dini bisa saja diderita pria manapun. Seperti dilaporkan Fox News, ejakulasi dini merupakan disfungsi seksual yang umum ditemukan pada 20-38 persen pria.
Kondisi ini biasanya terjadi karena faktor psikologis seperti depresi, khawatir tidak dapat memuaskan pasangan, kurang percaya diri, kurangnya komunikasi atau adanya konflik dengan pasangan.
Jika pasangan Anda termasuk pria yang mengalami ejakulasi dini, jangan cemas, sebuah penelitian mengungkap bahwa ejakulasi dini mungkin bisa diatasi dengan terapi panas dari gelombang radio.
"Kami sangat bangga karena ini adalah penelitian pertama di dunia," ujar J. David Prologo, ketua penelitian dan ahli Radiologi dari UH Interventional Radiologist.
Para peneliti dari University Hospitals Case Medical Center di Cleveland, Ohio melakukan studi percontohan pertama dengan menggunakan modulasi neurothermal yang bekerja melalui gelombang radio untuk mengurangi sensasi pada saraf.
"Ini adalah kondisi yang umum bagi pria yang memiliki keterbatasan. Jadi dengan adanya terapi ini, kita dapat menunjukan bahwa terapi lokal dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut," ungkapnya lagi.
Dalam penelitian ini, pasien akan menjalani CT Imaging untuk mengetahui posisi saraf belakang tulang panggul, di mana elektroda seukuran jarum akan dimasukkan ke dalamnya. Cara ini diharapkan akan memberikan dorongan sensasi saraf ke kulit Mr. Happy.
Setelah elektroda terpasang, gelombang radio akan mengalirkan getaran melalui elektroda untuk menguragi sensasi yang dibawa oleh saraf yang dituju.
Studi akan dicoba pada 22 pasien, untuk mengetahui keamanan dari prosedur ini. Rencananya, studi akan mulai dilakukan bulan ini.
Rabu, 29 Desember 2010
Sabtu, 20 November 2010
Seks Ternyata Bisa Menyebabkan Wanita Tergila - Gila Pada Sepatu

Jauh sebelum perancang menciptakan sepatu-sepatu cantik dan mahal, wanita sebenarnya sudah tergila-gila pada sepatu. Membeli sepatu baru terkadang menimbulkan efek pembangkit mood yang luar biasa bagi wanita. Hal ini bukan tanpa sebab. Ketahui tiga alasan mengapa wanita tergila-gila dan kecanduan pada sepatu.
1. Kerja otakHal yang harus diketahui adalah perasaan seseorang akan membaik ketika mencoba pakaian, sepatu atau aksesori tubuh. "Neurotransmiter dopamin dilepaskan, menciptakan perasaan lebih baik, efeknya mirip dengan ketika mengonsumsi obat-obatan. Dopamin akan terus meningkat sampai Anda menggesek kartu kredit Anda," kata Martin Lindstrom, penulis buku 'Truth and Lies About Why We Buy', seperti dikutip dari cosmopolitan.com.
Biasanya, rasa bersalah akan muncul setelah membeli barang yang tak terlalu dibutuhkan, kecuali ketika membeli sepatu. Pembeli cenderung merasionalisasi membeli sepatu sebagai alasan praktis, yaitu sesuatu yang mereka dapat pakai berkali-kali. Membeli sepatu baru juga merangsang daerah korteks prefrontal otak yang disebut collecting spot.
"Sepatu adalah barang koleksi, seperti mengumpulkan ukiran berseni tinggi. Mengoleksi sepatu akan membuat aliran adrenalin makin terpacu dan menciptakan kepuasan," Suzanne Ferriss, PhD, editor buku 'Footnotes: On Shoes'.
2. Gambaran kekuatanSemua jenis perasaan bahagia akan lebih intensifkan ketika Anda memilih sepatu tumit tinggi. Kondisi ini tentu saja karena alasan biologis. "Layaknya binatang, kita mengasosiasikan tinggi badan sebagai sebuah kekuatan," kata Helen Fisher, Ph.D., profesor antropologi di Universitas Rutgers, AS.
Sepatu tumit tinggi secara harafiah bisa membuat status seseorang menjadi lebih tinggi saat memakainya. Jika dilihat dari sejarah, dulu hanya orang-orang kaya memakai sepatu hak tinggi.
"Sepatu juga menjadi ukuran kelas sosial, meskipun saat ini tidak menjadi patokan tetapi hal itu masih berpengaruh," ujar Fisher menambahkan.
3. Pemulihan seksualAlasan lainnya wanita kecanduan sepatu adalah seks. Sepatu tumit tinggi bisa dikatakan benda yang 'licik', Anda tentu ingin tahu alasannya. "Ketika seorang wanita memakai sepatu tumit tinggi, diasumsikan berpose sebagai primata yang siap kawin atau disebut lordosis. Bokong akan terangkat dan tercipta lengkungan punggung yang indah," kata Fisher.
Lalu, menurut Daniel Amen, MD, penulis 'The Brain in Love', pikiran banyak orang juga mungkin mengaitkan antara kaki dan seks. "Area otak yang berkomunikasi dengan alat kelamin berada tepat di sebelah area yang berhubungan dengan kaki. Daerah ini saling berbagai saraf, yang mungkin menjadi alasan mengapa sepatu dapat menimbulkan kesan erotis bagi wanita," ujar Amen
Selasa, 16 November 2010
Anak Ini Menjadi Anak Tergemuk di Dunia Dengan Berat 200kg di Usia 7 Tahun !!!
Siapa sangka gadis lucu yang lahir normal bisa menghebohkan dunia dengan menjadi anak tergemuk di dunia dimana berat badan nya seberat 440 lbs (sekitar 200 kilogram!)
Jessica, demikian nama sang anak, lahir di Indiana, Amerika, 13 tahun yang lalu. Pada usia 5 tahun dirinya sudah mempunyai berat 230 lbs (lebih dari 100 kg) dimana berat ini adalah 5x lipat berat anak normal seusianya..
Pada usia 5 tahun, Jessica tampil di sebuah show talk di Amerika dan mulai saat itu dia menjadi perhatian dunia. Akan tetapi ternyata ini tidak membuat dirinya menguranig makanan, tetapi malah berat nya bertambah dari hari ke hari.
Pada usia nya yang ketujuh, Jessica menjadi anak yang paling berat di dunia dimana dia mempunyai berat 440 lbs (setara 200 kg). Bayangkan!!! Anak 7 tahun mempunyai berat badan 200kg!



Karena kegemukan, Jessica tidak mampu untuk berjalan dengan kaki lagi, dia harus merangkak atau berlutut dan menyeret badan nya untuk bergerak.
Dia harus digandeng atau menggunakan kursi roda dimanapun dia pergi karena dia tidak mampu lagi berjalan karena kegemukan.
Kegemukan Jessica sudah mulai terjadi pada saat dia bayi berumur 1 minggu. Pada waktu itu, dia menangis karena sakit perut, tetapi ibunya mengira dia menangis karena kelaparan dan ibunya memberinya sebotol susu. Setelah diberi susu, bayi tersebut terlihat agak tenang. Dan semanjak itu Jessica selalu minta susu tak henti-hentinya, minta lagi minta lagi.
Pada umur 5 tahun, Jessica setiap hari menghabiskan 15 hamburgers dengan kentang goreng, beberap kilogram coklat, 2 liter coca-cola, cemilan potato chips, dan masih tidak cukup. Bayangkan, jumlah makanan dia dalam 1 hari bisa cukup untuk makan satu anak beberapa bulan!
Ibu nya selalu menyetok makanan di lemari es, sehingga lemari es dan lemari makan mereka selalu penuh. Inilah juga yang menyebabkan Jessica makan tidak berhenti. Kalau tidak dikasih, maka dia akan marah dan memukul.
Ibunya mengklaim kalau dia terus-menerus memberikan makan kepada putrinya karena dia tidak tau bahaya kegemukan. Inilah yang sangat mengherankan, orang kampung saja bisa tau bahaya kegemukan masa ibunya tidak tau. Mungkin saja ibunya sendiri (lihat aja postur ibunya yang tidak jauh beda dengan putriny) doyan makan, sehingga senang dan menikmati kalau ada yang bisa menemani dan menandingi selera makan nya
Pada umur 7 tahun, Jessica hampir meninggal karena kesulitan bernapas karena kegemukan. Jessica dilarikan ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kesulitan bernapas, dan disanalah para dokter mewajibkan dia untuk menjalani lathan dan diet makanan untuk kembali normal.
Jessica sedang menjalani latihan untuk menguruskan berat badan nya..
Walaupun telah menjalani perawatan, Jessica mempunyai masalah menahan selera makan nya, dirinya sering menangis dan meraung-raung berjam-jam meminta makanan. Akan tetapi beruntunglah Jessica sudah berhasil menurunkan berat badan nya sebanyak 300 lbs (130kg). Tetapi walaupun berat badannya berkurang, kaki Jessica sudah bengkok karena tidak mampu menopang berat badannya yang ratusan kilo sebelumnya. Jessica harus menjalani operasi untuk memasang penopang dikakinya supanya bisa lurus kembali.
Sekarang Jessica sudah mulai mengurus, lalu bagaimanakah dengan sang ibu? Mudah-mudahan sang ibu juga bisa mengurangi selera makan nya sehingga tidak lagi menjerumuskan anaknya seperti sebelumnya.


























